Daun yang jatuh di tanah tidak terdengar suaranya ,seperti aku yang jatuh cinta kepadamu tanpa menyuarakannya @suparmaaan

Selasa, 22 Oktober 2013

Payung airmatamu




Riwayatmu tanpa air mata: engkau pernah berkata air mata harus jatuh pada alasan yang tepat dan dihapus dengan tangan orang yang tepat.

                Nyatanya saat ini kau menangis dihadapanku,karena kekasihmu menyakiti hatimu.Apa mungkin menangis karena cinta yang salah adalah alasan yang tepat untukmu mengeluarkan air mata.

Aku mohon berhentilah menangis,ini permohonanku yang meringgis.Air matamu merupakan pisau yang terhunus tajam di emosiku, karena aku tidak mampu melihat tangisanmu jatuh.Apa mesti kucari kekasihmu,lalu kupaksa dia untuk menghapus air matamu,agar tangisanmu berhenti.

                Dari  awal saat kau meminta pendapatku tentang cintamu yang jatuh pada lelaki itu,aku sudah menyatakan  ketidaksetujuanku.Aku tau dia tidak benar-benar mencintaimu,karena sesungguhnya hanya aku yang sangat benar mencintaimu.Pendapatku hanya kau anggap lelucon belaka,bagimu kita adalah sahabat dan selamanya akan menjadi sahabat bukan kekasih.

Kubiarkan langkahmu memilihnya,dan kuatur langkahku menjauhi kalian.

                Aku iklas kehilanganmu,aku tulus merelakanmu,karena aku kira pilihan cintamu padanya adalah pilihan kebahagianmu.Diam-diam selama aku tidak mendekatimu,aku memperhatikanmu dari kejauhan,kau terlihat bahagia dengan pilihanmu

Ternyata semua yang aku lihat dari kejauhan tentang kebahagianmu adalah sandiwaramu.Kau memainkan peran bahagia dalam kisah cintamu,padahal dibalik itu semua kau amat bersedih.Semua itu aku ketahui sekarang ketika kau menemuiku untuk bercerita,kau nampak tidak kuat lagi menanggung kesedihanmu sendirian,maka dari itu kau mengajakku ikut menanggungnya.

Selama menjadi kekasihnya,kau gemar membuat topeng dan gemar amnesia.Kau memakai topeng bahagia saat berhadapan dengan semua orang terdekatmu,dan kau berpura-pura amnesia tentang tingkah kekasihmu yang sering menyakitimu.

Setelah kau merasa perasaanmu menjadi lebih baik,kau pergi kembali dari sisiku dan tetap memilih cintamu padanya.

Pesanku hanya satu: saat air matamu terasa sudah tidak mampu lagi ditahan,maka datanglah padaku karena aku akan siap menjadi payung air matamu yang bertugas melindungi pipimu dari hujan tangis kesedihan.

                Mungkin saat ini alasan tangismu keluar tidak tepat,karena kau menangis karena cinta yang salah.Tapi  ketahuilah,aku adalah orang yang tepat menghapus air matamu.

Aku duduk dikursi menatap cahaya bulan yang jatuh dimataku,sekarang hujan tangismu telah reda,namun bisa saja tiba-tiba hujan itu jatuh lagi dengan deras tanpa gerimis,dan saat hujan itu datang,aku telah siap menjadi payung airmatamu.
Mungkin aku hanya sekedar payung bagimu,dibutuhkan diwaktu-waktu tertentu.Aku sangat bahagia meski hanya sekedar payungmu,karena saat dibutuhkan olehmu aku sangat berharga bagi hatimu.

Jumat, 11 Oktober 2013